Program MBG perlu di Evaluasi
Program makanan bergizi gratis (MBG) yang sedang berjalan sebenarnya sudah sangat bagus jika di lihat dari tujuan utamanya yakni memenuhi kebutuhan gizi anak dalam menyongsong Indonesia emas 2045
Namun di balik niat dan tujuan baik itu mungkin ada beberapa hal yang perlu di koreksi sekaligus di evaluasi dan patut menjadi perhatian serius pemerintah agar program ini benar-benar bisa berjalan sesuai fitrahnya.
Jika di lihat secara realita di lapangan setelah program ini berjalan beberapa bulan. Maka, saya sangat meyakini jika program ini tidak tepat jika diberikan atau di ujicobakan di sekolah-sekolah favorite yang notabenenya siswa dan murid berasal dari kalangan menengah ke atas.
Makanan yang diberikan akan jadi mubazzir karena siswa lebih cenderung tidak mau memakan makanan yang disiapkan karena tidak ada selera. Selain itu, kondisi ekonomi membuat mereka sudah berada pada level "pilih-pilih makanan".
Belum lagi jika penyajiannya kurang menarik serta kondisi makanan yang sudah tidak segar, dingin atau malah ada yang sudah basi.
Berbeda halnya dengan sekolah-sekolah di pedesaan atau yang ada di pelosok-pelosok. Program ini bisa jadi program yang sangat berarti bagi siswa karena lewat program ini kebutuhan makannya setiap hari bisa terpenuhi, dengan beragam lauk yang memang jarang di temui dan di rasakan terkadang hanya bisa dicicipi saat lagi ada pesta atau peringatan hari-hari besar.
Selain itu, lewat program ini orangtua juga akan semakin terbantu karena tidak lagi mengharuskan untuk memberi jajan kepada anak-anak mereka karena kebutuhan makan siangnya sudah terpenuhi.
Oleh karena itu, pihak pemerintah seharusnya bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh agar dana yang di gelontorkan dalam program ini tidak sia-sia dan tepat sasaran.
Bukan hanya sebatas bagi-bagi proyek, maaf salah maksudnya bagi-bagi makanan.
Kira-kira begitu !

0 Response to "Program MBG perlu di Evaluasi"
Posting Komentar