Jalan-Jalan ke Pelosok
Matahari mulai mereda saat langkah kaki menginjak jalan tanah yang berkelok-kelok menuju sebuah kampung terpencil.
Di sepanjang jalan, hamparan sawah hijau muda seakan ikut menyambut, beberapa petani masih sibuk mengurus tanamannya. Udara segar bercampur aroma tanah lembap dan bunga yang tumbuh liar di tepi parit.
Tiba di gerbang kampung, gapura kayu bertuliskan nama kampung menghadap langsung ke jalan utama dalam yang dipenuhi rumah-rumah kayu dengan atap genting atau ijuk.
Anak-anak kecil berlari-lari riang sambil mengejar ayam kampung, sementara beberapa warga duduk santai di teras rumah sambil berbincang sambil menjemur padi kering.
Di tengah kampung, terdapat sebuah balai desa yang menjadi pusat aktivitas. Di dekatnya, warung kecil menjual minuman kelapa muda segar dan makanan tradisional khas daerah. Suara gemericik air dari sumur tua yang masih digunakan oleh warga untuk mencuci dan mengambil air juga menjadi irama khas yang menyertainya. Setiap sudut kampung menyimpan cerita dan kedamaian yang sulit ditemui di kota.

0 Response to "Jalan-Jalan ke Pelosok"
Posting Komentar